Aku membunuh semua rasa rinduku,dan meyakinkan diriku bahwa ia sudah pergi dan tidak akan mengganggu hidupku lagi..mengganggu hidupku yang telah kucurahkan sepenuhnya bagi pasanganku..
Aku memastikan,bahwa apapun yang keluar dari mulutnya tak akan dapat lagi mempengaruhi betapa aku membenci ketidak pekaan dan sikapnya yang selalu semaunya sendiri,berkali kali aku tak meragu..
Aku mencoba bersikap biasa saja..biasa saja saat ia mulai muncul dalam kehidupanku,muncul melalui rupa sms,telepon hingga akhirnya tiba ke rumahku..
Aku mencoba membenci senyumannya..saat ia mulai melebarkan ujung" bibirnya untuk menautkan senyum dan mencoba meluluhkan dinding" hatiku yang kuanggap cukup kokoh
Aku mencoba menanggapinya sewajar mungkin..menaggapi semua humor prilaku dan bisikannya dalam sesaat itu..
Namun pada akhirnya
Dinding" kokoh disekitar hatiku runtuh oleh senyumnya,oleh candaannya,oleh tawa lepasnya
aku kembali jatuh dalam jerat cahayanya,jatuh dalam sorot hangat matanya
aku kembali tersenyum oleh manis bibirnya, aku kembali manja, dalam lembut sentuhannya
aku kembali bahagia, mendengar seluruh alunan alunan kata bak syair indah dari mulutnya
dan yang terakhir, aku kembali terjajah, dalam semua yang ada pada dirinya..
Pada akhirnya
aku bagaikan sebuah bunga
Berusaha menghindari badai dengan menyembunyikan diri dibalik tembok" kokoh
namun setelah badai berlalu
aku yang tak dapat lagi beranjak dari balik tembok" itu
akhirnya layu karena merindukan matahari
dan pada akhirnya
aku kembali tak berdaya
karena semua yang ada pada dirinya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar